Wednesday, September 23, 2009

STRUKTUR ORGANISASI TELKOM PALAPA


BAB. I

Pendahuluan

I. 1. Latar Belakang.

Praktik Kerja Industri yang disingkat dengan Prakerin” merupakan bagian dari program pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta didik di Dunia Kerja, sebagai wujud nyata dari pelaksanaan sistim pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistim Ganda (PSG). Program prakerin disusun bersama antara sekolah dan dunia kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik dan sebagai kontribusi dunia kerja terhadap pengembangan program pendidikan SMK.

Dengan prakerin peserta didik dapat menguasai sepenuhnya aspek-aspek kompetensi yang dituntut kurikulum, dan di samping itu mengenal lebih dini dunia kerja yang menjadi dunianya kelak setelah menamatkan pendidikannya.

I. 2. Tujuan Penulis Laporan.

Setelah melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN), para siswa diwajibkan menyusun laporan. Adapun isi laporan yang harus disusun para siswa adalah hasil kegiatan selama PRAKERIN. Tujuan dari pembuatan laporan tersebut antara lain adalah :

1. Untuk mengetahui perkebangan siswa selama mengikuti Praktek Kerja Industri.

2. Sebagai pertanggung jawaban atas tugas yang diberikan Sekolah kepada para siswa sehubungan dengan pelaksanaan PRAKERIN.

3. Menambah perbendaharaan perpustakaan Sekolah dan sebagai pengetahuan bagi siswa angkatan selanjutnya.

4. Sebagai latihan bagi siswa dalam membuat sebuah laporan kegiatan.

5. Sebagai bukti bahwa siswa telah melakukan praktek yang di lakukan di DU/DI (Dunia Industri).

6. Untuk mengetahui perkembangan siswa selama mngikuti praktek di dunia usaha/industri.

I. 3. Waktu dan Tempat Prakerin.

A. Waktu Prakerin :

* Waktu Prakerin : Selama 1 ½ bulan, dari Tgl. 23 Januari 2009 sampai dengan 16 Maret 2009 ( 36 hari kerja selama Prakerin ).

B. Tempat Prakerin :

* Nama Industri : PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA.

* Alamat Industri : Jln. Raya Narogong Km 26,5 Klapa Nunggal. Bogor.

16820 Telp. (021) 62-21- 823100.

* Bidang Usaha : SPU ( Stasiun Pengendali Utama ) Satelit Palapa.

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

II. 1.I. Sejarah Telkom SPU Cibinong.

Dalam sisitem satelit telekomunikasi, selain satelit sebagai space segment keberadaan perangkat di bumi ( ground segment ) seperti stasiun pengendali, antena dan lain-lain sangat penting. Salah satu sub sistem ruas bumi yang berperan penting dalam sejarah sistem satelit telekomunikasi di Indonesia adalah SPU (stasiun pengendali utama) Cibinong, yang keberadaannya sama tuanya dengan operasi satelit telekomunikasi di Indonesia. SPU Cibinong mulai dibangun bersamaan dengan persiapan fisik pembuatan satelit pertama Indonesia ( Palapa A ).

Untuk memberikan gambaran perjalanan SPU Cibinong dari masa ke masa, berikut adalah ringkasan sejarahnya.

II. 1.II. Periode 1976-1980.

SPU dibangun dalam rangka program peluncuran satelit palapa A kontrak pembuatan satelit dan master control-nya (pengendali utama )dimenangkan oleh Hughes. Kontrak untuk pembangunan gedung SPU Cibinong dilaksanakan oleh PT Graha Gapura Enginering dan CV modern Total anggaran untuk pembangunan sistem komunikasi satelit domestik (SKSD) mencapai USD 161,8 juta , belum termasuk dana Rupiah .

SPU Cibinong yang dibangun di atas lahan seluas 11 hektar, diresmikan tahun 1976 . Saat peluncuran satelit palapa A-1

Pada tanggal 9 Juli 1976 pukul 06.31 WIB yang diluncurkan dari Cape Caneveral, florida , Amerika Serikat dan ditempatkan pada slot orbit 83 derajat Bujur Timur, SPU Cibinong berfungsi sebagai pengendali utama di belahan bumi bagian Timur

Peran yang sama juga di lakukan SPU Cibinong pada peluncuran Satelit palapa A-2 pada 11 Maret 1977 dari tempat yang sama, yang ditempatkan di slot orbit 77 derajat bujur Timur. Sejak itu SPU Cibinong mengendalikan dua satelit, yaitu palapa A-1 (12 Transponder )dan palapa A-2 (12 Transponder ).

Sebagai sub-sistem pengendali utama satrlit. SPU Cibinong di lengkapi dengan fasilitas perangkat pengendali satelit palapa A yang antara lain terdiri :

ü Full Motion Antenna (FMA) 9.8 meter buatan SA ( Scientifie Atlanta Inc.)

ü Spacecraft Control Equipment ( SCE ) dengan komputer pengendali bermerek HP-5 Mx ( Hewlett Packard ).

Karena terjadinya anomali pada satelit palapa A-1, khususnya pada despun system ( bagian satelit yang tidak berputar ). Maka system pengendali dilengkapi dengan antena kontigensi, yaitu antenna RAID, yang didukung dari SBB ( Stasiun Bumi Besar ) Soreang, Bandung. Perangkat pengendali yang digunakan di SPU Cibinong mayoritas buatan Hughes. Organisai SPU Cibinong pada tahun 1976 diselenggarakan oleh Dinas Operasi dan Teknik Satelit ( DINOPTEKSAT ) yang berada dibawah tanggung jawab Direktur Dinas Operasi dan Teknik Satelit. Sebagai kepala DINOPTEKSAT pertama adalah Ir. Saleh Gunawan, yang terakhir pernah menduduki jabatan Dirut Satelindo.

Tahun 1980, organisasi SPU Cibinong berubah menjadi Dinas Operasi Satelit (DINOPSAT ) di bawah kordinasi Direktur Dinas Operasi dan Teknik Satelit. Kepala DINOPSAT waktu itu adalah Ir. Remedy Paranginangin, terakhir sebagai dirut PT. Ratelindo.

II. 1.III. Periode 1980-1990.

Pada sub sistem pengendali satelit perangkat pengendali pada tahun 1981 di “upgrade” dengan perangkat baru yang didukung oleh komputer pengendali PDP 11/70. Pada tanggal 18 Juni 1983 SPU Cibinong kembali memegang peran pengendalian belahan bumi timur untuk peluncuran Palapa B-1. Selanjutnya pada tanggal 21 Maret 1987 SPU Cibinong mengendalikan peluncura Palapa B2P. Demikian pula pada tanggal 14 April 1990 peranan yang sama dilakukan dengan baik oleh SPU Cibinong, ketika peluncuran Palapa B2R. Tahun 1983 sebagai KAOPSAT adalah Ir. Sukowiyono Abdulah Umar dan sebagai KATEKSAT Ir. Sahala Silalahi. Tak lama kemudian, struktur organisasi SPU Cibinong berganti lagi, kali ini berada di bawah wewenang derah operasi ( Wilop ) SKSD membawahi 10 Zona. Sebagai KAWILOP SKSD Ir. Benny Syahrial Nasution yang kemudian digantikan dengan Ir. Sahala Silalahi pada tahun 1987.

II. 1.IV. Peride 1990 s/d Sekarang.

Pada periode 1990-an, Telkom membangun stasiun pengendali satelit baru di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Saat itu stasiun ini selain untuk mengoperasikan satelit yang ada juga untuk mengendalikan satelit Palapa generasi C. gedung dan perangkat ini kemudian dikelola PT. Satelindo untuk pengoperasian satelit Palapa C. Tahun 1992 atau tepatnya 14 Mei 1992 SPU Cibinong kembali disibukan dengan peluncuran satelit Palapa B-4 yang kemudian ditempatkan di slot orbit 118 derajat bujur timur. Pada saat ini SPU Cibinong mengendalikan 3 buah satelit secara bersamaan. Di tahun yang sama pula SPU Cibinong mendapat tugas tambahan untuk mengendalikan Palapa B1 dalam inclined orbit operation untuk kepentingan PT. Satelit Nusantara ( PSN ) sebagai afiliasi TELKOM. Hal yang sama juga dilakukan oleh SPU Cibinong untuk mendukung pengoperasian satelit Palapa B2P setelah dialihkan kepada PT. PSN pada tahun 1996.

Perangkat pengendali satelit Telkom 1 menggunakan produk Lockheed Martin Corporation. Untuk mendukung pengendalian itu pada tahun 1997 gedunh utama SPU Cibinong di-upgrade. Seiring dengan beroperasinya satelit Telkom 1 yang diluncurkan sebagai pengganti satelit Palapa B2R. SPU Cibinong mulai disibukkan dengan program kerja baru yaitu persiapan peralihan posisi orbit baru untuk Palapa B2R yang akan dialihkan pemakaiannya kepada suatu perusahaan asing. Tugas spesifik dari SPU Cibinong selain menggeser satelit ke lokasi baru, juga mengubah posisi satelit sehingga berbalik 180 derajat, sesuai permintaan calon pemakai. Pengendalian dari satelit tetap dilakukan oleh SPU Cibinong hingga sekarang ini dimana satelit beroperasi secara “inclined orbit”.

Dalam aspek SDM, selama kurun waktu 1991 s/d 1993, PT. Telkom melakukan kaderisasi tenaga ahli dengan mengirimkan sejumlah orang ke University of California Los Angeles( UCLA ) untuk menekuni bidang telekomunikasi dan satellite enginering. Dari 42 orang yang mengikuti program ini yang berlangsung selama 6 bulan dalam dua tahap, dilakukan distribusi antara lain ke SPU Cibinong, Stasiun Pengendali Satelit Daan Mogot, serta Pusat Pendidikan dan Latihan Telkom.

Pada paruh pertama periode ini, organisasi SPU Cibinong masih berada dibawah kendali Wilayah Usaha Telekomunikasi Satelit (WITELSAT), yang dipimpin oleh Kawitelsat Ir. Taufik Akbar (1994-1995) dan dilanjutkan Ir. Bambang Setiawan (1995-1996). Pada tahun 1996, SPU Cibinong berubah menjadi Bidang Dukungan Operasi (BIDDUKOP) yang membawahi satelit dan IMS ( Integrated Manajemen System ). Sebagai kepala BIDDUKOP waktu itu adalah Ir. Dodiet Hendrojono. BIDDUKOP ini berada di bawah kendali Divisi Network( Divnet ). Pada tahun 1997 posisi sebagai KABIDDUKOP digantikan oleh Ir, Tutut Arif Bahtiar dan setahun kemudian (1998) organisasinya berubah menjadi Bidang Operasi Satelit (BIDOPSAT). Sejak tahun 1999, posisi Kepala BIDOPSAT dijabati oleh Ir. Tonda Priyanto.

II. 2. Manajemen Perusahaan.

Susunan manajemen perusahaan SUBDIVSAT dapat diuraikan sebagai berikut.

1) General Manager Satelit.

Possisi ini merupakan posisi tertinggi dalam struktur organisasi SUBDIVSAT. Dalam posisi ini terdapat Officer-1 Sekretariat dan Staf.

2) Divisi TAC TRANSAT.

Posisi ini merupakan salah satu cabang organisasi yang sejajar dengan beberapa divisi yang lain, seperti TAC TRANSPONDER, TAC STASIUN BUMI (2), dan TAC SYSTEM IDR.

3) Divisi Manager Dalsat.

Dalam divisi ini terdapat organisasi yang berada di bawah kordinasi Manager Dalsat. Yaitu, Asman Dalsat Telkom-1, Asman OPS PALAPA B4/B2R, Asman Analisa Orbital Dan Data Ops.

4) Manager Dalkomsat.

Dalam divisi ini terdapat organisasi yang berada di bawah kordinasi Manager DALKOMSAT. Yaitu, Asman Harkat SPU, Asman ME dan SARPEN, Asman HELP DESK TRANSAT.

5) Manager Bangnet dan Performansi.

Dalam divisi ini terdapat organisasi yang berada di bawah kordinasi Manager Bagnet dan Performansi. Yaitu, Officer-1 ANALIST NETWORK IMPROVEMENT, dan Officer-1 KORSAT DAN REGULASI.

6) Manager OPHAR.

Dalam divisi ini terdapat organisasi yang berada di bawah kordinasi Manager OPHAR. Yaitu, Asman TRANSPONDER, Asman MANAGEMENT STASIUN BUMI, ASMAN BROADCAST.

7) Manager Pegelolaan Produk.

Dalam divisi ini terdapat organisasi yang berada di bawah kordinasi Manager Pengelolaan Produk. Yaitu, Asman Jasa Transponder, Asman Jasa Turutan.

8) Manager Administrasi.

Dalam divisi ini terdapat organisasi yang berada di bawah kordinasi Manager Administrasi. Yaitu, Officer-1 SDM, Officer-1 Umum Dan Logistik.